“Pembinaan Karakter Sosial Siswa Lewat Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Sambaliung”

Malang– Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Sambaliung menjadi salah satu upaya nyata dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan moral kepada peserta didik. Melalui pembelajaran yang terarah dan berkesinambungan, sekolah ini berhasil membentuk karakter siswa agar lebih peduli, berempati, dan bertanggung jawab di tengah tantangan era digital. Penelitian berjudul “Pembinaan Karakter Sikap Sosial Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Sambaliung” mengungkap bahwa nilai-nilai religius dalam PAI mampu menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter sosial siswa. Fenomena seperti individualisme, rendahnya empati, hingga perilaku bullying masih sering ditemukan, namun dapat diminimalkan melalui pembelajaran PAI yang menekankan nilai moral dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan melibatkan kepala sekolah, guru PAI, wakil kesiswaan, dan siswa OSIS sebagai informan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara mendalam untuk menggambarkan proses pembinaan karakter yang terjadi di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter sosial siswa dilakukan melalui tiga kegiatan utama: intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Pada kegiatan intrakurikuler, guru PAI menanamkan nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama dalam pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan kokurikuler, siswa dilibatkan dalam aktivitas keagamaan seperti salat berjamaah, pesantren kilat, dan bakti sosial. Sementara kegiatan ekstrakurikuler seperti kaligrafi dan tilawah Al-Qur’an membantu menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam dan seni religius. Kepala Sekolah SMPN 1 Sambaliung menyebutkan bahwa peran guru PAI sangat penting dalam membimbing dan menjadi teladan bagi siswa. “Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pembina karakter yang menanamkan nilai sosial dan spiritual dalam keseharian siswa,” ujarnya. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk memperkuat pembinaan karakter sosial melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. Dengan pembelajaran PAI yang kontekstual dan menyenangkan, diharapkan lahir generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, serta peduli terhadap sesama. *) Oleh: Hamal, Mahasiswa Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.