MALANG Pembelajaran adab berbasis team teaching terbukti efektif membentuk karakter peserta didik di MI Muhammadiyah 6 Nglegok, Ponorogo. Penelitian disertasi yang dilakukan oleh Saiful Anwar, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2025, mengungkap bahwa kolaborasi dua guru dalam satu kelas mampu menanamkan nilai adab secara lebih sistematis, reflektif, dan berkelanjutan sejak pendidikan dasar.

Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat membawa tantangan serius bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pembinaan karakter peserta didik. Fenomena menurunnya sopan santun, rendahnya empati, hingga melemahnya disiplin menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil menanamkan nilai adab secara mendalam. Pendidikan dasar, khususnya madrasah ibtidaiyah, memiliki peran strategis sebagai fondasi pembentukan kepribadian. Namun, praktik pembelajaran adab selama ini cenderung bersifat normatif dan kurang menyentuh dimensi pembiasaan. Kondisi inilah yang mendorong pentingnya inovasi model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan keteladanan, kolaborasi guru, dan pembentukan budaya sekolah beradab.

Disertasi ini berjudul “Pembelajaran Adab melalui Model Team Teaching di Madrasah Ibtidaiyah 6 Nglegok Ponorogo.” Fokus penelitian diarahkan pada perencanaan, penerapan, dan evaluasi pembelajaran adab melalui kolaborasi dua guru dalam satu kelas, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana model team teaching diterapkan dalam pembelajaran adab, bagaimana proses kolaborasi guru berlangsung, serta bagaimana model tersebut berkontribusi terhadap pembentukan perilaku beradab siswa. Sasaran akhirnya adalah merumuskan model pembelajaran adab yang efektif, kontekstual, dan relevan dengan nilai-nilai pendidikan Islam.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru adab, penanggung jawab adab, serta siswa kelas VI MI Muhammadiyah 6 Nglegok. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan teknik penjodohan pola, pembuatan eksplanasi, dan analisis deret waktu untuk melihat perubahan perilaku siswa secara berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran adab melalui team teaching berjalan efektif karena didukung perencanaan kolaboratif, pembagian peran guru yang fleksibel, serta evaluasi reflektif berkelanjutan. Dua guru dalam satu kelas mampu mengintegrasikan dimensi kognitif dan afektif secara seimbang—satu guru berfokus pada penyampaian materi, sementara guru lain menguatkan pembiasaan dan keteladanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa team teaching tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk budaya sekolah beradab melalui praktik nyata seperti keteladanan guru, “bengkel adab”, dan evaluasi berbasis refleksi. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kesopanan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial siswa.

Secara ilmiah, penelitian ini memperkaya kajian pendidikan karakter Islam dengan mengintegrasikan konsep pendidikan adab Imam Al-Ghazali ke dalam model team teaching modern. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual pembelajaran adab yang kolaboratif, reflektif, dan kontekstual. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi madrasah dan sekolah dasar dalam merancang program pendidikan karakter, mengembangkan profesionalisme guru, serta membangun budaya sekolah yang berorientasi pada adab dan akhlak mulia.

Ke depan, model pembelajaran adab berbasis team teaching diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan di madrasah lain sebagai strategi penguatan pendidikan karakter. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terakreditasi nasional sinta 2 dan juga dapat dijadikan bahan pengembangan kebijakan pendidikan berbasis nilai adab dan kolaborasi guru.

***

*) Oleh: Saiful Anwar, Mahasiswa Doktor Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.