Disertasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan pencemaran mikroplastik di ekosistem laut yang saat ini menjadi isu global dan mendapat perhatian serius dalam kajian ilmu kelautan.
MALANG – Disertasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan pencemaran mikroplastik di ekosistem laut yang saat ini menjadi isu global dan mendapat perhatian serius dalam kajian ilmu kelautan. Teluk Kupang sebagai salah satu wilayah pesisir di Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang tinggi, namun di sisi lain menghadapi tekanan akibat aktivitas manusia seperti pemukiman, perikanan, perdagangan, dan pariwisata. Aktivitas tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya limbah plastik yang kemudian terdegradasi menjadi mikroplastik dan masuk ke dalam rantai makanan laut.
Pemilihan tema penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami bagaimana mikroplastik terdistribusi dan terakumulasi dalam organisme laut, khususnya ikan yang memiliki peran penting dalam ekosistem serta sebagai sumber pangan bagi manusia. Selain itu, penelitian ini juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembelajaran Biologi Kelautan yang masih minim berbasis data lokal. Oleh karena itu, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada aspek ilmiah, tetapi juga dikembangkan menjadi sumber belajar digital berupa e-handout yang kontekstual.
Penelitian ini menggunakan dua pendekatan utama, yaitu penelitian eksploratif dan penelitian pengembangan (Research and Development). Pendekatan eksploratif digunakan untuk mengkaji karakteristik, distribusi, dan akumulasi mikroplastik pada ikan berdasarkan tingkat trofik, sedangkan pendekatan pengembangan digunakan untuk menghasilkan sumber belajar digital yang valid, praktis, dan efektif.
Penelitian eksploratif dilakukan di tiga lokasi perairan Teluk Kupang, yaitu perairan Lasiana, kawasan sekitar PT TOM, dan perairan Oeba. Ketiga lokasi ini dipilih untuk mewakili variasi aktivitas manusia yang berbeda, mulai dari kawasan wisata dan pemukiman, area budidaya, hingga wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Sampel penelitian terdiri dari 36 ekor ikan yang mewakili kelompok herbivora dan karnivora, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.
Prosedur penelitian dimulai dari pengambilan sampel oleh nelayan menggunakan metode pancing ulur. Sampel kemudian disimpan dalam kondisi dingin untuk menjaga kualitas sebelum dianalisis di laboratorium. Tahapan selanjutnya adalah pembedahan untuk mengambil organ target, yaitu saluran pencernaan, insang, dan daging ikan. Proses ekstraksi mikroplastik dilakukan menggunakan larutan KOH 10% yang bertujuan untuk menghancurkan bahan organik, dilanjutkan dengan filtrasi dan pengeringan.Identifikasi mikroplastik dilakukan menggunakan mikroskop dengan bantuan kamera digital untuk mendokumentasikan bentuk dan warna partikel. Ukuran mikroplastik diukur menggunakan perangkat lunak analisis citra. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan berdasarkan lokasi dan tingkat trofik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh organ ikan, baik pada kelompok herbivora maupun karnivora. Jenis mikroplastik yang paling dominan adalah fiber, diikuti oleh fragmen, film, dan pellet. Warna yang paling banyak ditemukan adalah biru dan hitam, sedangkan ukuran mikroplastik didominasi oleh ukuran kurang dari 0,25 mm. Distribusi mikroplastik menunjukkan bahwa semua lokasi penelitian telah terpapar pencemaran, dengan tingkat akumulasi tertinggi ditemukan di wilayah Oeba yang memiliki aktivitas antropogenik tinggi. Ikan karnivora cenderung menunjukkan jumlah mikroplastik yang lebih tinggi dibandingkan ikan herbivora, namun perbedaan tersebut tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lingkungan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan tingkat trofik. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap adanya potensi bioakumulasi dan transfer mikroplastik dalam rantai makanan laut. Mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh ikan melalui proses makan maupun respirasi, kemudian terdistribusi ke berbagai organ.
Pada tahap pengembangan, penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, sedangkan tahap desain dan pengembangan difokuskan pada penyusunan materi ehandout berbasis hasil penelitian.
E-handout dikembangkan dalam format digital yang dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik secara online maupun offline. Materi dalam e-handout mencakup konsep mikroplastik, hasil penelitian, kegiatan praktikum, serta evaluasi pembelajaran. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa e-handout memiliki tingkat validitas sangat tinggi dari aspek materi, media, dan bahasa. Uji praktikalitas menunjukkan bahwa ehandout mudah digunakan dan mendapat respon positif dari mahasiswa dan dosen. Sementara itu, uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep, keterampilan proses sains, dan sikap peduli lingkungan mahasiswa setelah menggunakan e-handout.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa mikroplastik telah terdistribusi luas dalam ekosistem Teluk Kupang dan berpotensi mempengaruhi organisme laut serta manusia. Pengembangan e-handout berbasis hasil penelitian terbukti menjadi inovasi yang efektif dalam mendukung pembelajaran Biologi Kelautan yang kontekstual. Ke depan, diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan pencemaran mikroplastik serta mendorong integrasi hasil penelitian ke dalam pembelajaran. Selain itu, diharapkan adanya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem laut.
***
*) Oleh: Ernawati, Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.